Kita ada potensi yang sama tapi bergantung kepada kita untuk mengembangkan potensi diri kita.
Dalam hidup kita sehari-hari, pasti kita lebih banyak duduk bersendirian. Dan tiada siapa yang lebih berpengaruh untuk mengubah diri kita kecuali diri kita sendiri. Kalau kita lapar, kita sendirilah yang kena suapkan makanan ke dalam mulut kita. Dan kalau kita malas nak suapkan makanan tu, kita sendiri yang tanggung akibatnya. Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan"[at-Tahrim:6]
Dalam ayat di atas, Allah menyuruh kita memelihara diri kita dahulu, kemudian barulah selamatkan keluarga dari azab neraka. Makanya, kita harus mengubah diri kita dahulu baru mengubah orang lain. Sebagai orang yang beriman dengan hari kiamat, seharusnya kita sentiasa merasakan yang kita ini AHLI NERAKA. Dengan ini kita akan buat apa yang boleh menghindarkan diri kita dari azab neraka.
Kewajipan kita lebih banyak dari masa yang kita ada.
Banyak situasi seperti di bawah berlaku kerana kurangnya tarbiyyah diri sendiri. Kita lihat:
Suatu hari,A menasihati temannya B yang couple sebab A tahu yang couple itu haram dalam Islam. Sebulan kemudian, B terserempak dengan A bersama seorang yang berlainan jantina berjalan sambil bermesra. B pun berasa kesal dengan tindakan temannya A itu.
Inilah yang akan terjadi apabila kita kurang mentarbiyyahkan diri kita. Ilmu ada tapi tidak digunakan. Sedangkan Allah berfirman dalam al-Quran:
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."[ash-Shaff:2-3]
Firman Allah di atas seharusnya mendorong kita melakukan apa yang kita katakan. Ibadah dan khalifah adalah tugas kita kepada Allah. Maka kita wajib menyampaikan seruan-seruan Islam kepada orang lain. Untuk melaksanakan tugas-tugas kita ini, tarbiyyah diri amatlah diperlukan.
0 komen:
Catat Ulasan